Diskusi Publik BUMDes Bangkalan Jurnalis Sebut Buka Wawasan dan Harapan Baru untuk Masyarakat

Bangkalan, Media Pojok Nasional — Sebagai seorang jurnalis yang turut hadir dalam acara Diskusi Publik yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Jurnalis Bangkalan (PEJALAN) pada hari Selasa lalu, saya merasa kegiatan tersebut memberikan dampak positif yang luar biasa. Diskusi ini bukan sekadar ajang berbagi pendapat, melainkan juga ruang belajar bersama tentang apa itu Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan bagaimana pengelolaannya agar benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Melalui diskusi tersebut, saya dan publik yang hadir menjadi lebih memahami makna penting BUMDes—bukan hanya sebagai lembaga ekonomi desa, tetapi juga sebagai pilar pemberdayaan yang mampu meningkatkan kesejahteraan warga jika dikelola dengan bijak dan transparan.

Saya pribadi sangat mengapresiasi kehadiran Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) serta perwakilan dari Inspektorat Kabupaten Bangkalan. Penyampaian mereka begitu informatif dan membuka ruang kesadaran baru bahwa potensi besar BUMDes akan benar-benar terasa manfaatnya apabila dijalankan dengan prinsip akuntabilitas dan partisipasi masyarakat.

Meski demikian, saya menilai masih ada sedikit kekurangan dalam diskusi tersebut. Salah satu tamu undangan, yakni perwakilan dari Polres Bangkalan, berhalangan hadir. Padahal, kehadiran mereka tentu akan menambah sudut pandang penting—terutama dalam hal pengawasan dan aspek hukum yang berkaitan dengan pengelolaan BUMDes. Andaikata Polres turut hadir, saya yakin diskusi publik ini akan semakin lengkap dan sempurna.

Terlepas dari itu, saya ingin menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada PEJALAN yang telah memfasilitasi ruang dialog terbuka ini. Melalui kegiatan seperti ini, bukan hanya kami para jurnalis, tetapi juga masyarakat awam bisa mendapatkan pengetahuan baru tentang hal-hal yang sebelumnya belum kami pahami.

Diskusi publik semacam ini membuktikan bahwa kolaborasi antara media, pemerintah, dan masyarakat adalah kunci dalam membangun desa yang mandiri dan berdaya.
(Hanif)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *