Jakarta, Media Pojok Nasional – Gabungan Aktivis Pati (GAP) selama beberapa hari terakhir bertahan dan menginap di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mereka mendesak lembaga antirasuah segera menetapkan Bupati Pati, Sudewo, sebagai tersangka dalam dugaan keterlibatan korupsi DJKA.
Desakan ini menguat setelah juru bicara KPK sebelumnya menegaskan bahwa pengembalian uang yang dilakukan Sudewo tidak menghapus unsur pidana dalam kasus tersebut.
Pada Kamis pagi, (11/12/2025), sekitar pukul 10.00 WIB, terjadi momen berbeda ketika Kang Dedy Mulyadi (KDM) keluar dari Gedung KPK. Sejumlah aktivis GAP bersama istri “Botok”, aktivis yang kini ditahan polisi, langsung menghampiri KDM untuk meminta dukungan.
Dengan penuh haru, istri Botok menyampaikan permohonannya
“Pak, tolong bantu bebaskan suami saya. Suami saya bukan pelaku kriminal, tetapi memperjuangkan hak-hak rakyat Pati yang ditindas kebijakan Bupati Sudewo, terutama terkait kenaikan pajak hingga 250% waktu itu,” Kamis (11/12).
Mendengar hal tersebut, KDM terlihat tergerak dan langsung meminta data lengkap serta nomor kontak istri Botok. Ia juga mengungkapkan bahwa Botok pernah menghubunginya sebelum penahanan, namun kini nomor tersebut sudah tidak aktif karena disita penyidik.
Mury Ketua GAP menegaskan akan terus melanjutkan aksi mereka hingga KPK mengambil langkah tegas terhadap Sudewo dan meninjau kembali proses hukum terhadap Botok, yang mereka anggap hanya memperjuangkan kepentingan masyarakat. (Red)
