Dari Alastuwo ke Dunia Industri, Jejak Pendidikan di Luar Kelas SMKN 1 Gemarang

MADIUN, Media Pojok Nasional
SMK Negeri 1 Gemarang, Kabupaten Madiun, memadukan pembinaan karakter dan keterampilan kejuruan melalui kegiatan Pembantaraan Pramuka serta Praktik Kerja Lapangan (PKL). Kedua kegiatan tersebut memberi siswa pengalaman belajar di luar kelas, mulai dari bekerja sama dalam kelompok hingga mengenal tuntutan dunia industri.

Pembantaraan Angkatan XVIII Ambalan Wisanggeni berlangsung di Bumi Perkemahan Alastuwo, Poncol, Kabupaten Magetan, pada 9–11 Oktober 2026. Mengusung tema “Menapaki Jejak, Menembus Batas, Mengukir Bakti”, kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan anggota Pramuka Penegak menuju tingkatan Bantara.

Kepala SMKN 1 Gemarang, Josef Irwantoko, S.Pd., M.Pd., selaku Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan (Kamabigus), membuka kegiatan tersebut. Pembinaan melibatkan Buyung Jati Kartiko, S.Pd., Gr., sebagai Pembina Gugus Depan dan Sabrina Aurellia Prameswari Prayitno, S.Ag., sebagai Pembina Satuan.

Dalam arahannya, Josef mengingatkan anggota Pramuka agar tidak berhenti pada kegiatan organisasi, tetapi juga menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari. Ia menekankan pentingnya pengamalan Tri Satya dan Dasa Darma, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.

Di luar kegiatan kepramukaan, siswa SMKN 1 Gemarang menjalani PKL yang berlangsung mulai 2 Juni hingga 30 November 2026. Program ini mencakup kompetensi keahlian Teknik Kendaraan Ringan, Teknik Alat Berat, Desain Komunikasi Visual, serta Akuntansi dan Keuangan Lembaga.

Selama praktik, siswa berkesempatan menerapkan keterampilan sesuai bidangnya dan mengenal prosedur kerja, keselamatan, pengelolaan waktu, serta tanggung jawab profesional. Guru dan pembimbing industri mendampingi proses pembelajaran tersebut.

Penguatan pembelajaran juga tercantum dalam portofolio kurikulum sekolah, antara lain melalui In House Training (IHT) 2026 dan perangkat penilaian hasil belajar. Kegiatan ini berkaitan dengan upaya menyesuaikan pendidikan kejuruan terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja.

Sementara itu, siswa SMKN 1 Gemarang, Achmad Shofiyurrohman, tercatat lolos seleksi Grup A Youth Character Summit 2026. Berdasarkan pengumuman Universitas STEKOM pada 24 September 2026, ia menempati peringkat ke-69 dengan perolehan enam poin.

Melalui kegiatan kepramukaan dan praktik industri, siswa menghadapi dua lingkungan belajar yang berbeda. Di perkemahan, mereka berlatih hidup bersama dan menjalankan tanggung jawab kelompok. Di tempat praktik, mereka mengenal aturan serta tuntutan pekerjaan.

Pengalaman di kedua lingkungan itu menjadi bagian dari bekal siswa ketika meninggalkan bangku sekolah dan memasuki dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat. (Ayyubi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *