Gresik, Media Pojok Nasional – Sebuah catatan sejarah baru terukir emas dari bumi Kabupaten Gresik. Muhammad Azmi Auf, pemuda asli Kecamatan Sidayu, putra Pertama Moch. Sholih (Ketua AKD Kecamatan Sidayu), membuktikan bahwa kualitas terbaik bangsa lahir dari manapun, tanpa batas wilayah.
Latar belakang akademisnya pun sangat membanggakan: lulusan Sarjana (S1) Manajemen Pendidikan di UIN Sunan Gunung Djati Bandung, dan kini sedang menempuh pendidikan Magister (S2) jurusan yang sama di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Bekal ilmu dan wawasan luas inilah menjadi fondasi kuat, hingga ia mampu menaklukkan panggung internasional International Youth Innovation Summit (IYIS) yang berlangsung pada tanggal 18 – 21 Mei 2026, bertempat di National University of Singapore (NUS). Ajang bergengsi ini meninggalkan kesan mendalam bagi ratusan peserta yang hadir dari berbagai negara.

Di tengah persaingan ketat talenta muda terbaik dunia, Auf muncul sebagai sosok yang paling menonjol. Panitia penyelenggara langsung memberinya kepercayaan mutlak memegang peran strategis sebagai Master of Ceremony. Di hadapan audiens multinasional, ia memandu seluruh rangkaian acara dengan penguasaan bahasa sempurna, karisma memikat, dan kepercayaan diri tingkat tinggi.
Puncak kehebatan terlihat pada sesi puncak kompetisi Pitching Youth Project Innovation. Mengusung gagasan nyata berlandaskan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), Auf memaparkan karyanya dengan kecepatan pikiran dan ketajaman analisis yang tak tertandingi.
Hasil keputusan dewan juri mutlak:
🏆 JUARA 1 BEST SPEAKER
Dinobatkan sebagai pembicara nomor satu. Argumennya tajam, suaranya berwibawa, setiap kata yang terlontar memukau dan meyakinkan.
🏆 JUARA 1 BEST INNOVATION PROJECT
Karyanya dinilai paling brilian, solutif, dan memiliki nilai guna nyata bagi kemanusiaan. Sebuah terobosan yang diakui standar dunia.
🏆 JUARA 1 BEST PRESENTATION PROJECT
Cara penyampaiannya dianggap sempurna: terstruktur, lugas, dan memikat hati. Penampilan tanpa cela.
Tiga penghargaan tertinggi disapu bersih dalam satu waktu, prestasi ini adalah bukti nyata dan tak terbantahkan: Kecerdasan, kreativitas, dan bakat anak Indonesia setara bahkan melampaui negara maju. Auf membuktikan bahwa pemuda dari daerah pun mampu berdiri sejajar di universitas terbaik Asia, bersinar terang, dan menjadi kebanggaan bangsa di kancah global.
Moch. Sholih menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya, “Ini bukti bahwa dengan kerja keras dan niat mulia, langkah anak desa pun bisa menembus batas dunia.” Ungkapnya.
Kini nama Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, dan Indonesia tercatat abadi dalam sejarah ajang bergengsi di Malaysia dan National University of Singapore. Sebuah pesan kuat bergema, masa depan bangsa ada di tangan pemuda yang berani bermimpi besar dan siap membuktikannya kepada dunia. (Ayyubi)
