RANDUPITU: Transformasi Desa Cantik dan Digital Berwawasan Lingkungan

Pasuruan,Media Pojok Nasional – Pemerintah Desa Randupitu, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, mencatatkan babak baru kemajuan dengan resmi ditetapkan sebagai Desa Cantik Statistik tahun 2026 sekaligus menjadi percontohan Desa Digital dalam pengelolaan data wilayah. Di bawah kepemimpinan Kepala Desa Mochamad Fuad, penetapan ini menjadi landasan kuat pelaksanaan program unggulan bertajuk “Desa Cantik – Desa Pengelola Sampah”, sebuah langkah strategis menuju pembangunan berkelanjutan hingga tahun 2027.

Program ini dirancang menyasar empat pilar utama penanganan persampahan, yaitu upaya pengurangan timbunan sampah sejak dari sumbernya, penataan dan penyediaan tempat pembuangan yang layak dan teratur, penciptaan lingkungan bersih bebas sampah, serta penerapan teknologi ramah lingkungan berupa pengomposan sistem biopori dan composter agar limbah berubah menjadi bermanfaat.

Bagi Mochamad Fuad, konsep Desa Cantik bukan sekadar keindahan fisik semata, melainkan perubahan budaya dan tanggung jawab bersama terhadap alam.

“Kemajuan sejati adalah ketika kenyamanan hidup berjalan seiring dengan kelestarian lingkungan. Mengelola sampah dengan benar adalah wujud nyata kami menjaga masa depan wilayah ini,” ujar Fuad menegaskan visi besar tersebut.

Guna menjamin keberhasilan dan akurasi pencapaian, Pemdes bekerja sama dengan BPS Kabupaten Pasuruan dan Dinas Lingkungan Hidup menyusun sistem pemantauan yang sangat rinci dan terukur. Sebanyak 12 titik pantau indikator Desa Cantik telah ditetapkan, mencakup wilayah kerja mulai dari RW 06 hingga RW 13.

Pengawasan dan pelaksanaan melibatkan seluruh elemen pemerintahan dan masyarakat, mulai dari PPL, PPK, BPD, UPL, hingga peran aktif Karang Taruna sebagai garda terdepan di lapangan, di mana setiap titik ukur memiliki parameter keberhasilan yang jelas dan terdata.

Puncak dari rangkaian kerja besar ini ditargetkan terealisasi pada tahun 2027 nanti, dengan berdirinya Bank Sampah Randupitu yang dikelola secara mandiri dan profesional. Fasilitas ini nantinya akan menjadi pusat pelayanan, penampungan, dan pengolahan terpadu, sekaligus menjadi wadah ekonomi produktif bagi warga.

Langkah ini semakin menegaskan posisi Randupitu sebagai desa yang tidak hanya cerdas dalam pengelolaan data, namun juga unggul dalam menjaga kelestarian alam dan kesejahteraan masyarakatnya. (Ayyubi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *