Pelayanan Petugas Imigrasi Tanjung Perak Arogan, Permohonan Percepatan Paspor Pasien Ditolak

Surabaya, Media Pojok Nasional – Telah terjadi dugaan tindakan tidak profesional dan arogan oleh oknum petugas di Kantor Imigrasi Tanjung Perak pada tanggal 17 Maret 2026, dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya terkait pengajuan percepatan pembuatan paspor untuk keperluan medis.17 Maret 2026.

Seorang warga atau , Istri Bapak Silaban,bermarga Hutapea mengajukan permohonan percepatan paspor karena kondisi sakit dan membutuhkan tindakan operasi di Penang, Malaysia. Permohonan tersebut telah dilengkapi dengan surat keterangan dokter tertanggal 7 Maret yang menyatakan urgensi tindakan medis.
Sesuai dengan ketentuan yang berlaku, percepatan pembuatan paspor dimungkinkan dalam waktu sekitar 2 jam dengan biaya tambahan sesuai peraturan (sekitar Rp1.000.000).

Namun, pengajuan tersebut justru ditolak oleh petugas Imigrasi.
Lebih disayangkan lagi, salah satu petugas yang diketahui bernama Yuli katanya yang membawahi Loket pelayanan bersikap tidak sopan dan Arogan membentak pemohon dengan mengatakan, “Kenapa tidak daftar online ? Kok mendadak seperti ini ?” serta menyarankan untuk mencari kantor Imigrasi lain dengan nada tinggi. Bahkan, yang bersangkutan juga menyampaikan, “Kalau tidak terima, silakan laporkan,” sambil meninggalkan lokasi pelayanan.

Padahal, alasan keluarga mengurus paspor mau berobat ke Penang dari Medan pasien dapat lebih dekat dengan keluarga untuk Menjaga saat menjalani pengobatan di Penang, serta mempertimbangkan efisiensi biaya perjalanan dibandingkan jika harus ke Surabaya Ongkos pesawatnya lebih mahal

Peristiwa ini menimbulkan keprihatinan, mengingat pelayanan publik, khususnya di instansi Imigrasi, seharusnya mengedepankan empati, profesionalisme, dan solusi—terlebih dalam kondisi darurat kesehatan.

Kami berharap pihak terkait dapat segera melakukan evaluasi dan memberikan tindakan tegas terhadap oknum petugas, agar pelayan Imigrasi dapat dirasakan Masyarakat karena selama ini belum pernah kejadian yang membuat Masyarakat resah (red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *