Bangkalan, Media Pojok Nasional — Kapolres Bangkalan AKBP Wibowo, S.I.K., M.H. melaksanakan kunjungan kerja (kunker) ke Polsek Tanah Merah, Rabu (27/01). Kegiatan ini menjadi momentum penguatan sinergi antara kepolisian, pemerintah kecamatan, TNI, dan seluruh unsur masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban wilayah.
Dalam sambutan pembuka, Kapolsek Tanah Merah AKP Yitno menyampaikan ucapan selamat datang kepada Kapolres Bangkalan beserta rombongan. Ia memaparkan secara terbuka kondisi geografis, sosial, serta tantangan keamanan yang dihadapi wilayah hukumnya.
Kapolsek menjelaskan bahwa Kecamatan Tanah Merah berada di jalur nasional pinggiran kota dengan arus lalu lintas yang cukup padat. Kepadatan ini kerap terjadi di sekitar dua pasar besar, Pasar Petrah dan Pasar Patemon, yang hingga kini masih membutuhkan penertiban lalu lintas secara berkelanjutan.
“Tanah Merah memiliki 23 desa, jumlah terbanyak di Kecamatan Tanah Merah. Mayoritas masyarakat menggantungkan hidup pada sektor pertanian tadah hujan,” ungkap Kapolsek.
Meski situasi politik terbilang kondusif, Kapolsek menyebut terdapat beberapa potensi kerawanan yang perlu diantisipasi bersama, mulai dari kasus penganiayaan dan carok, peredaran narkoba, hingga bencana alam seperti banjir sesaat dan insiden sambaran petir yang sempat merenggut korban jiwa.
Dengan jumlah personel Polsek yang masih terbatas, yakni 14 anggota, Kapolsek menegaskan pentingnya dukungan lintas sektor dan peran aktif masyarakat. Ia juga menyoroti kuatnya nilai sosial masyarakat Tanah Merah melalui budaya gotong royong, sandur, pengajian, dan shalawat yang menjadi modal sosial dalam menjaga keamanan wilayah.
“Kami mohon petunjuk dan arahan Kapolres untuk penguatan pelayanan dan pengamanan wilayah ke depan,” tutup Kapolsek.
Sementara itu, dalam sambutannya, Kapolres Bangkalan AKBP Wibowo menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur Forkopimcam, mulai dari Camat Tanah Merah, Danramil, DPRD, Korwil pendidikan, hingga tokoh masyarakat yang telah meluangkan waktu untuk hadir.
AKBP Wibowo yang baru sepekan menjabat sebagai Kapolres Bangkalan menegaskan bahwa dirinya merasa perlu memperkenalkan diri secara langsung sebagai bentuk tanggung jawab moral sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
“Sebagai pelayan masyarakat, tidak elok rasanya kalau saya tidak mengenal wilayah dan tidak bertatap muka langsung dengan masyarakat,” ujarnya.
Ia bahkan menyamakan hiruk-pikuk ekonomi Tanah Merah dengan kawasan Tanah Abang di Jakarta, sembari menyampaikan komitmennya untuk ikut memikirkan solusi dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres juga memperkenalkan jajaran pejabat utama Polres Bangkalan, mulai dari Wakapolres, Kabag Logistik, Kasat Reskrim, Kasat Narkoba, Kasat Lantas, Kasat Samapta, Kasat Intelkam, hingga dokter kepolisian.
Menanggapi kondisi kantor Polsek Tanah Merah yang masih menumpang di lingkungan kecamatan, Kapolres menyebut hal tersebut sebagai tantangan bersama.
“Mungkin fenomena ini masih terjadi di beberapa tempat di Indonesia. Insyaallah ke depan akan kita bangun. Keterbatasan bukan hambatan, justru menjadi tantangan untuk memperkuat sinergi,” tegasnya.
Kapolres juga berpesan agar seluruh jajaran tidak ragu melaporkan setiap persoalan, termasuk hal-hal yang dianggap tidak biasa.
“Laporkan langsung kepada saya. Insyaallah, selama jalannya lurus dan niatnya baik, semua bisa kita selesaikan bersama,” ujarnya.
Menutup arahannya, Kapolres mengingatkan bahwa dalam waktu dekat umat Muslim akan memasuki bulan Ramadan dan Hari Raya, sehingga diperlukan kerja sama semua pihak untuk menjaga keamanan dan ketertiban wilayah Tanah Merah.
“Permasalahan apa pun mari kita selesaikan bersama. Terima kasih atas sambutan dan kebersamaannya, mohon maaf jika kehadiran kami merepotkan,” pungkasnya.
