Pengukuhan DPP GMNI Dipandang Tidak Sejalan dengan Semangat Persatuan

Bangkalan, Media Pojok Nasional — Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Bangkalan menilai pengukuhan kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) GMNI versi Sujahri Amir belum sepenuhnya mencerminkan semangat persatuan organisasi yang selama ini diupayakan melalui proses rekonsiliasi nasional.

Pengukuhan kepengurusan tersebut diketahui berlangsung pada 15 Januari 2026 di Hotel Golden Boutique, Jakarta, di tengah masih berjalannya proses konsolidasi internal GMNI pasca dinamika kepemimpinan nasional yang belum sepenuhnya menemukan titik temu.

Wakil Ketua Bidang Politik dan Advokasi GMNI Cabang Bangkalan, Bung Fitron, menegaskan bahwa GMNI sebagai organisasi kader ideologis memiliki tanggung jawab historis dan moral untuk menjaga keutuhan organisasi melalui mekanisme yang demokratis, inklusif, serta menjunjung tinggi prinsip musyawarah.

“Agenda pengukuhan ini berpotensi kembali membuka ruang perbedaan tafsir kepemimpinan. Padahal, GMNI sebelumnya telah menempuh berbagai upaya dialog dan rekonsiliasi nasional untuk merawat persatuan organisasi,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Menurut Fitron, setiap langkah strategis di tingkat nasional semestinya diarahkan untuk memperkuat konsolidasi kader dan cabang, bukan justru memunculkan kembali fragmentasi yang dapat berdampak pada stabilitas organisasi di tingkat akar rumput. Ia menilai, apabila tidak disikapi secara bijaksana, dinamika tersebut berpotensi memperpanjang ketegangan internal yang selama ini berusaha diselesaikan secara kolektif.

Ia juga menekankan bahwa perbedaan pandangan merupakan hal yang lumrah dalam organisasi kader. Namun demikian, penyelesaiannya harus ditempuh melalui mekanisme organisasi yang sah, transparan, dan berorientasi pada kepentingan jangka panjang GMNI, bukan melalui langkah sepihak yang berisiko menimbulkan polarisasi.

“Persatuan adalah fondasi utama GMNI. Tanpa persatuan, perjuangan ideologis organisasi akan kehilangan arah, daya dorong, dan relevansinya di tengah tantangan kebangsaan,” tegasnya.

Sebagai penutup, GMNI Cabang Bangkalan mengimbau seluruh elemen di internal GMNI untuk menahan diri, mengedepankan dialog, serta menjaga semangat persaudaraan ideologis, demi menjaga marwah organisasi dan memastikan GMNI tetap berdiri sebagai kekuatan mahasiswa nasionalis yang solid dan berdaulat secara organisatoris.
(Anam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *