Indonesia, Media Pojok Nasional –
Tidak semua penutupan adalah kerugian. Tidak semua ketidakterlibatan adalah kegagalan. Ada kalanya, Allah menutup seseorang dari rezeki haram justru karena Dia ingin menyelamatkannya.
Banyak manusia gelisah saat melihat orang lain kebagian uang haram hasil korupsi, suap, atau manipulasi, sementara dirinya selalu luput. Timbul tanya di dalam hati: mengapa bukan aku? Padahal pertanyaan itu seharusnya dibalik: mengapa aku dijaga?
Islam mengajarkan bahwa rezeki bukan hanya apa yang masuk ke tangan, tetapi juga apa yang sengaja tidak Allah izinkan mendekat. Al-Qur’an menegaskan bahwa ketakwaan melahirkan dua tindakan Ilahi sekaligus: Allah membuka jalan yang baik dan menutup jalan yang merusak. Penutupan itu bukan hukuman, melainkan perlindungan.
Rasulullah ﷺ menjelaskan dengan sangat jelas: apabila Allah mencintai seorang hamba, Dia akan melindunginya dari dunia. Dunia yang dimaksud bukan kehidupan, tetapi godaan yang merusak iman dan menjerumuskan manusia tanpa terasa. Uang haram termasuk di dalamnya, ia tampak menguntungkan, tetapi perlahan mematikan hati, menggelapkan nurani, dan mengunci pintu langit.
Uang haram tidak datang sendirian. Ia membawa dosa berantai, kecemasan tersembunyi, kehancuran doa, dan konsekuensi yang kelak harus dipikul. Tidak semua manusia sanggup menanggung beban itu. Karena itulah, Allah tidak memberikannya kepada semua orang. Ada yang diuji dengan kelimpahan, dan ada yang diselamatkan dengan penutupan.
Maka ketika seseorang selalu “tidak kebagian”, itu bukan karena ia kalah cepat, kalah dekat, atau kalah cerdas. Sangat mungkin justru karena Allah tidak ingin kehormatan, iman, dan masa depannya hancur oleh sesuatu yang tampak remeh hari ini, tetapi berakibat fatal kelak.
Inilah kebenaran yang sering tidak disadari:
tidak semua yang mendapatkan uang itu beruntung,
dan tidak semua yang tidak kebagian berarti tertinggal.
Dalam banyak kasus, ketiadaan bagian adalah tanda penjagaan, dan penjagaan adalah bentuk cinta Allah yang paling sunyi namun paling tegas. Allah tidak selalu berkata “Aku mencintaimu” dengan memberi, tetapi sering menyampaikannya dengan satu kalimat tak terucap: “Aku menutup ini darimu, karena Aku ingin kau selamat.”
Jika hari ini Anda tidak kebagian uang haram, jangan merasa kecil. Bisa jadi, itulah bukti bahwa Allah masih menganggap Anda layak untuk dijaga. (hambaAllah).
