Madiun, Media Pojok Nasional –
Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW di lingkungan SMKN 1 Madiun dimaknai bukan sekadar agenda reflektif dan edukatif, melainkan momentum strategis untuk meneguhkan kembali nilai-nilai spiritual, etika, dan disiplin yang menjadi fondasi pendidikan karakter.
Isra Mi’raj merupakan peristiwa monumental dalam sejarah Islam yang menandai penetapan kewajiban shalat lima waktu, sebuah ibadah yang secara filosofis merepresentasikan hubungan vertikal manusia dengan Tuhan sekaligus pengendali moral dalam kehidupan sosial. Dalam konteks pendidikan, shalat bukan hanya ritual keagamaan, tetapi instrumen pembentuk kesadaran diri, ketertiban, dan tanggung jawab personal.
Kepala SMKN 1 Madiun, Septa Krisdiyanto, menegaskan bahwa nilai-nilai Isra Mi’raj memiliki relevansi langsung dengan dunia pendidikan vokasi yang menuntut keseimbangan antara kompetensi teknis dan integritas moral.
“Pendidikan tidak cukup hanya melahirkan lulusan yang terampil, tetapi juga insan yang memiliki kesadaran spiritual, etika kerja, dan disiplin hidup. Nilai shalat yang ditetapkan melalui Isra Mi’raj mengajarkan ketepatan waktu, konsistensi, dan tanggung jawab, karakter utama yang dibutuhkan generasi masa depan,” ujarnya.
Lebih jauh, Isra Mi’raj mengajarkan bahwa kemajuan manusia tidak semata diukur dari capaian material, melainkan dari kualitas iman, ketakwaan, dan akhlak. Dalam kerangka pendidikan nasional, pesan ini sejalan dengan upaya membentuk peserta didik yang beriman, berilmu, dan berkarakter sebagaimana amanat sistem pendidikan Indonesia.
Melalui momentum ini, SMKN 1 Madiun menegaskan posisinya sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya berfokus pada penguatan kompetensi kejuruan, tetapi juga konsisten menanamkan nilai-nilai spiritual dan kemanusiaan. Integrasi antara ilmu, iman, dan etika diyakini menjadi kunci dalam mencetak lulusan yang siap menghadapi tantangan global tanpa kehilangan jati diri.
Peringatan Isra Mi’raj di SMKN 1 Madiun sekaligus menjadi pengingat bahwa pendidikan sejati adalah proses menyeluruh, membangun kecerdasan intelektual, ketangguhan mental, dan kedalaman spiritual secara seimbang dan berkelanjutan. (hambaAllah).
