Makfud: Integrasi Kepemimpinan Publik dan Dakwah dalam Tata Kelola Desa Cangkring Turi

Sidoarjo, Media Pojok Nasional -;
Kepala Desa Cangkring Turi, Kecamatan Prambon, Kabupaten Sidoarjo, Makfud, menampilkan model kepemimpinan yang relatif jarang ditemui dalam tata kelola pemerintahan desa modern: integrasi antara otoritas administratif dan otoritas moral–spiritual. Di tengah tugasnya sebagai kepala pemerintahan desa, ia juga aktif sebagai mubaligh, mengisi ruang-ruang dakwah dan pembinaan keagamaan di tingkat lokal maupun lintas wilayah.

Dalam perspektif governance studies, peran ganda ini menciptakan apa yang disebut moral leadership, yakni kepemimpinan yang tidak hanya mengandalkan kewenangan struktural, tetapi juga legitimasi etis. Melalui pengajian, tausiyah, dan peringatan hari besar Islam, Makfud membangun kedekatan sosial yang memperkuat modal sosial (social capital) desa, elemen penting dalam keberhasilan pembangunan berbasis masyarakat.

Sebagai penceramah, Makfud konsisten mengusung pesan tentang integritas, persatuan, dan tanggung jawab sosial. Nilai-nilai ini paralel dengan tuntutan tata kelola desa modern, yang menekankan akuntabilitas, partisipasi warga, dan kohesi sosial sebagai prasyarat keberhasilan pembangunan.

Sejumlah warga menilai, kehadiran Makfud di ruang ibadah dan ruang publik pemerintahan menciptakan keterhubungan emosional dan kepercayaan antara pemerintah desa dan masyarakat. Dalam teori administrasi publik, kondisi ini dikenal sebagai trust-based governance, di mana legitimasi pemimpin tidak hanya berasal dari jabatan, tetapi juga dari keteladanan.

Dengan model kepemimpinan semacam ini, Desa Cangkring Turi tidak hanya bergerak menuju kemajuan fisik, tetapi juga membangun fondasi moral dan sosial yang memperkuat keberlanjutan pembangunan. Makfud, dalam konteks ini, tampil bukan sekadar sebagai kepala desa, melainkan sebagai arsitek nilai bagi komunitas yang dipimpinnya. (hambaAllah).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *