Surabaya, Media Pojok Nasional – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyampaikan harapannya agar kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) tidak mengganggu iklim investasi di Kota Surabaya. Pernyataan ini disampaikan di kantor Balai Kota Surabaya pada hari Rabu (26/11/2025) saat sesi wawancara dengan awak media.
Dalam wawancaranya, Eri Cahyadi mengungkapkan kekhawatirannya bahwa kenaikan UMP yang tidak realistis dapat memberatkan para investor. Ia menjelaskan bahwa jika beban terlalu berat, investor bisa saja mempertimbangkan untuk memindahkan investasinya ke daerah lain.
“Kita semua tentu ingin kesejahteraan pekerja meningkat, tetapi kita juga harus realistis. Kenaikan UMP yang terlalu tinggi tanpa mempertimbangkan kemampuan perusahaan bisa kontraproduktif,” ujar Eri Cahyadi.
Eri menambahkan bahwa besaran UMP seharusnya mempertimbangkan realita di lapangan, termasuk kondisi ekonomi makro dan kemampuan masing-masing sektor industri. Ia menekankan pentingnya dialog antara pemerintah, pengusaha, dan serikat pekerja untuk mencapai kesepakatan yang adil dan berkelanjutan.
“Pemerintah Kota Surabaya selalu terbuka untuk berdiskusi dengan semua pihak terkait. Kita ingin mencari solusi terbaik yang bisa mengakomodasi kepentingan semua pihak, baik pekerja maupun pengusaha,” lanjutnya.
Selain itu, Eri Cahyadi juga menyoroti pentingnya menjaga stabilitas ekonomi dan iklim investasi di Surabaya. Ia berharap, dengan UMP yang proporsional, Surabaya tetap menjadi tujuan investasi yang menarik bagi para investor, sehingga dapat menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kita harus menjaga agar Surabaya tetap kompetitif. Dengan iklim investasi yang baik, kita bisa menarik lebih banyak investor, yang pada akhirnya akan memberikan dampak positif bagi perekonomian kota dan kesejahteraan warga Surabaya,” pungkasnya.
Pemerintah Kota Surabaya berencana untuk segera mengadakan pertemuan dengan perwakilan pengusaha dan serikat pekerja untuk membahas lebih lanjut mengenai usulan UMP yang akan datang. Diharapkan, pertemuan ini dapat menghasilkan rekomendasi yang konstruktif dan dapat diterima oleh semua pihak.(B TRI SH/Msh)
