Harto Teguhkan Integritas SMPN 1 Turi, Nilai Luhur PSHT Menjadi Fondasi Karakternya

Lamongan, Media Pojok Nasional –
Kepala SMP Negeri 1 Turi, Harto, S.Pd., M.Pd., menjalankan kepemimpinan yang menarik perhatian publik pendidikan. Ia dikenal memadukan tata kelola sekolah berbasis keilmuan dengan nilai-nilai budaya Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), organisasi yang ia pimpin sebagai Ketua Cabang PSHT Lamongan.

Di lingkungan sekolah, Harto menerapkan manajemen berbasis data (evidence-based leadership). Setiap kebijakan disusun melalui analisis perkembangan peserta didik, kebutuhan pembelajaran, serta evaluasi program sekolah. Pendekatan ini mencakup pembenahan kurikulum, penguatan disiplin, pengelolaan kegiatan siswa, hingga peningkatan profesionalisme guru.

Harto menekankan transparansi administrasi dan akuntabilitas dalam setiap laporan kegiatan sekolah. Konsep ini diterapkan secara sistematis untuk memastikan standar mutu pendidikan berjalan konsisten dan terukur.

Di luar lingkungan sekolah, Harto memegang tanggung jawab sebagai Ketua Cabang PSHT Lamongan. Organisasi ini membawa filosofi pembentukan budi pekerti luhur, pemahaman benar dan salah, serta tanggung jawab atas tindakan.

Nilai-nilai tersebut menjadi energi moral yang memperkuat karakter kepemimpinannya. PSHT menanamkan prinsip persaudaraan, kejujuran, dan kebenaran, nilai yang kemudian mengalir dalam sikap pribadi Harto sebagai figur masyarakat.

Walau menjalankan dua peran berbeda, Harto memisahkan secara tegas fungsi sekolah dan fungsi organisasi PSHT. Ranah pendidikan tetap berjalan sesuai regulasi formal dan standar profesionalisme sekolah negeri. Sementara aktivitas PSHT bergerak dalam wilayah pembinaan karakter, budaya, serta persaudaraan.

Keduanya tidak bercampur, namun saling berpadu dalam membentuk profil kepemimpinan pribadi. Di sekolah, Harto membawa prinsip integritas dan empati. Dari PSHT, ia membawa keteguhan moral dan keteladanan karakter. Perpaduan inilah yang membuat pendekatannya dinilai kuat namun tetap humanis.

Menanggapi persoalan kenakalan remaja, tekanan digital, dan pergeseran nilai sosial, Harto mengembangkan program penguatan karakter siswa. Pendekatan ini sejalan dengan empat pilar pendidikan UNESCO: learning to know, learning to do, learning to live together, dan learning to be.

Dengan manajemen sekolah yang profesional dan karakter pribadi yang terbentuk dari nilai-nilai PSHT, Harto dinilai mampu menciptakan keseimbangan antara kedisiplinan, toleransi, dan tanggung jawab dalam kehidupan sekolah.

Kepemimpinan Harto, S.Pd., M.Pd. di SMPN 1 Turi memperlihatkan dua dunia yang berjalan berdampingan: sekolah dengan tata kelola berbasis ilmu, serta PSHT dengan nilai-nilai budaya yang menegakkan budi pekerti. Keduanya tetap terpisah sesuai fungsinya, namun berpadu dalam membentuk karakter pemimpin yang disiplin, berintegritas, dan menjadi teladan bagi masyarakat. (hambaAllah).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *