Pengukuhan PKDI Bangkalan Jadi Titik Balik Akselerasi Pembangunan Desa

Bangkalan, Media Pojok Nasional – Pengukuhan Dewan Pimpinan Cabang Persaudaraan Kepala Desa Indonesia (DPC PKDI) Kabupaten Bangkalan masa bakti 2025–2030 menjadi momentum penting dalam memperkuat arah pembangunan desa. Acara yang digelar di Pendopo Agung Bangkalan, Senin (10/11/2025), dihadiri langsung oleh Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, bersama jajaran Forkopimda.

Dalam sambutannya, Bupati Lukman menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus mendorong kemajuan desa sebagai ujung tombak pembangunan. Ia menyebut, Pemkab Bangkalan selama dua tahun terakhir fokus pada perbaikan infrastruktur tingkat kabupaten, dan ke depan akan mengarahkan prioritas ke pembangunan desa.

“Desa adalah fondasi pembangunan daerah. Karena itu, kami ingin memastikan setiap desa mendapatkan dukungan nyata, salah satunya melalui program reward bagi desa yang taat dan berhasil melunasi Pajak Bumi dan Bangunan,” tegasnya.

Bupati Lukman juga berharap para kepala desa mampu menjaga sinergi antara pemerintah desa dan pemerintah daerah. Kolaborasi ini, menurutnya, sangat menentukan keberhasilan program pembangunan, baik dari pusat maupun daerah.

“Kami ingin kepala desa menjadi motor penggerak kemajuan wilayahnya masing-masing. Desa maju, Bangkalan pun ikut melaju,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris DPC PKDI Bangkalan, Saiful, menilai pengukuhan ini bukan sekadar seremoni, tetapi awal baru bagi seluruh kepala desa untuk membangun kebersamaan dan memperkuat komitmen terhadap pembangunan desa.

“Membangun Bangkalan berarti membangun Jawa Timur, dan pada akhirnya menjadi bagian dari upaya membangun bangsa. PKDI hadir untuk memperkuat barisan kepala desa agar seirama dengan visi daerah,” ujarnya.

Saiful juga mengungkapkan bahwa PKDI Bangkalan merupakan hasil peleburan dari organisasi kepala desa sebelumnya, Asosiasi Kepala Desa (AKD). Langkah ini, menurutnya, menjadi upaya menyatukan semangat lama dan energi baru dalam satu wadah.

“Kami ini mayoritas berasal dari AKD. Sekarang kami melebur menjadi satu, tanpa membedakan siapa yang lama atau baru. Semua punya tanggung jawab yang sama: membangun desa,” pungkasnya.
(Hanif)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *