62 Siswa SMAN 1 Kedamean Lolos SNBP 2026, Jejak Konsistensi yang Berbuah Prestasi

Gresik, Media Pojok Nasional –
Pagi itu, kabar baik menyebar cepat di lingkungan SMA Negeri 1 Kedamean. Sebanyak 62 siswa dinyatakan lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026, sebuah capaian yang tidak datang secara tiba-tiba, melainkan melalui proses panjang yang terukur.

Angka itu menempatkan sekolah ini dalam jajaran atas perolehan SNBP di Kabupaten Gresik. Distribusi kelulusan menunjukkan peta capaian yang merata: 24 siswa diterima di Universitas Negeri Surabaya, 10 siswa di Universitas Negeri Malang, dan 8 siswa di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel. Selebihnya tersebar di sejumlah perguruan tinggi negeri lain, termasuk Universitas Airlangga, Universitas Diponegoro, dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

Di balik deretan angka tersebut, ada pola pembinaan yang konsisten. Sekolah tidak hanya menekankan capaian akademik, tetapi juga membangun disiplin belajar dan daya tahan siswa dalam menghadapi seleksi berbasis prestasi.

Kepala sekolah, Nurul Wafiyah, menyebut keberhasilan ini sebagai hasil akumulasi dari kerja keras yang berlangsung jauh sebelum pengumuman. “Ini bukan hasil instan. Ada ketekunan, kerja keras, dan doa yang berjalan beriringan,” ujarnya.

Pernyataan itu merefleksikan pendekatan yang cenderung sistematis, menggabungkan pendampingan akademik, pemetaan minat siswa, hingga strategi pemilihan program studi. Model ini menjadi kunci dalam meningkatkan peluang lolos SNBP yang berbasis rekam jejak, bukan sekadar hasil ujian.

Namun, narasi keberhasilan tidak berhenti pada mereka yang lolos. Sekolah juga menegaskan bahwa jalur menuju perguruan tinggi tidak tunggal. Siswa yang belum berhasil di SNBP didorong untuk tetap melangkah melalui jalur lain, dengan semangat yang sama.

Capaian 62 siswa ini pada akhirnya bukan hanya statistik tahunan. Ia menjadi indikator konsistensi, tentang bagaimana sebuah sekolah menjaga ritme, merawat proses, dan memastikan bahwa prestasi bukan sekadar peristiwa, melainkan tradisi. (hambaAllah).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *