23.850 Kuota Terbuka, UWP Jadi Mitra Strategis Program Bantuan Kuliah Pemkot Surabaya

Surabaya, Media Pojok Nasional – Universitas Wijaya Putra (UWP) memperkuat komitmennya dalam meningkatkan akses pendidikan tinggi melalui penandatanganan perjanjian kerja sama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Kerja sama ini secara khusus ditujukan untuk pemberian bantuan biaya pendidikan bagi mahasiswa, dengan kuota mencapai 23.850 penerima dan nilai total dukungan mendekati Rp 200 miliar bagi warga surabaya yang berkuliah di Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dan Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

Penandatanganan dokumen kolaborasi ini dilaksanakan di Balai Kota Surabaya pada hari Kamis 5 Februari 2026. Nota kesepahaman ditandatangani langsung oleh Rektor Universitas Wijaya Putra, Dr. Budi Endarto, SH., M.Hum, dan Wali Kota Surabaya, Dr. Eri Cahyadi, ST., MT., serta Rektor PTS dan PTN di Surabaya.
Kerja sama ini merupakan tindak lanjut dan implementasi konkret dari Peraturan Wali Kota (Perwal) Nomor 4 Tahun 2026 tentang Pemberian Bantuan Biaya Perkuliahan/ Pendidikan. Program ini menandai pergeseran kebijakan yang signifikan, karena untuk pertama kalinya bantuan Pemerintah Kota Surabaya diperluas cakupannya hingga mencakup mahasiswa di PTS.

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Wijaya Putra, Dr. Budi Endarto, SH., M.Hum, menyampaikan apresiasi yang mendalam sekaligus penekanan akan makna strategis kebijakan ini
“Penandatanganan hari ini bukan sekedar kerja sama administratif, tetapi merupakan wujud nyata dari kebijakan redistributif (redistributive policy) yang progresif dan kebijakan perlindungan sosial (social protection policy) yang inklusif dari Pemkot Surabaya,” ujar Rektor.
Beliau melanjutkan, “Selama ini, skema bantuan serupa seringkali hanya terfokus pada PTN, yang secara tidak langsung dapat membatasi pilihan dan kesempatan bagi warga kurang mampu. Dengan diperlakukannya Perwali Nomor 4 Tahun 2026, Pemkot Surabaya menunjukkan komitmen kuat pada keadilan substantif dalam pendidikan. Dana publik dialokasikan untuk membuka akses yang lebih luas, mendistribusikan kesempatan, dan memberikan perlindungan sosial bagi keluarga pra-sejahtera di Surabaya untuk mendapatkan pendidikan tinggi berkualitas, di manapun mereka belajar, termasuk di PTS.”

Rektor juga menegaskan bahwa UWP siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan tujuan kebijakan ini. “Kami di UWP menyambut langkah visioner ini. Skema bantuan senilai hampir Rp 200 miliar untuk 23.850 mahasiswa ini akan menjadi instrumen yang sangat efektif untuk mencegah putus kuliah, mengurangi kesenjangan, dan membangun masa depan Surabaya yang lebih setara. Ini adalah investasi jangka panjang terbaik untuk sumber daya manusia kota ini.”

Wali Kota Surabaya, Dr. Eri Cahyadi, ST., MT., menegaskan bahwa perluasan sasaran bantuan ini selaras dengan semangat program “Satu Keluarga Satu Sarjana” yang inklusif. “Kecerdasan dan potensi anak Surabaya tidak terbentur oleh status perguruan tinggi. Dengan kebijakan ini, kami hadir untuk semua. Kerja sama dengan UWP, salah satu PTS terkemuka, menjadi bukti dan langkah awal yang konkret. Kriteria utama adalah kebutuhan ekonomi dan prestasi akademik calon mahasiswa, bukan jenis perguruannya,” tegas Eri Cahyadi.

Seleksi penerima bantuan akan dilakukan secara transparan dan objektif oleh Pemkot Surabaya, dengan prioritas bagi calon mahasiswa berprestasi dari keluarga yang berkategori Desil 1-5.
Kolaborasi monumental ini diharapkan dapat mendongkrak Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi di Kota Surabaya dan menjadi model kemitraan pemerintah-daerah-swasta yang efektif, tidak hanya dalam penyaluran bantuan, tetapi juga dalam pengembangan program studi yang relevan, pengabdian masyarakat, dan penyerapan lulusan di dunia kerja, untuk bersama-sama membangun Surabaya yang lebih maju, adil, dan sejahtera.

Red.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *