191 Lolos PTN, MAN 1 Gresik Mengakselerasi Tradisi Prestasi

Gresik,Media Pojok Nasional – Gelombang seleksi masuk perguruan tinggi negeri tahun 2026 menjadi panggung pembuktian bagi MAN 1 Gresik. Madrasah ini tak sekadar meloloskan siswa, tetapi menunjukkan akselerasi yang terukur dan signifikan: total 191 siswa diterima di PTN melalui dua jalur prestasi nasional, yakni SNBP dan SPAN-PTKIN.

Pada jalur Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP), sebanyak 68 siswa berhasil menembus 12 kampus negeri lintas daerah. Sebaran itu memperlihatkan spektrum pilihan akademik yang luas, dari kampus favorit hingga politeknik terapan. Nama-nama besar seperti Universitas Airlangga, Universitas Brawijaya, hingga Universitas Negeri Surabaya menjadi tujuan dominan. Bahkan, institusi vokasi seperti Politeknik Elektronika Negeri Surabaya turut menyerap lulusan MAN 1 Gresik.

Distribusi itu bukan sekadar angka. Ia mencerminkan pemetaan minat dan kesiapan siswa yang relatif matang. Dari 68 siswa tersebut, 18 di antaranya diterima di Universitas Negeri Surabaya, menjadi kampus dengan serapan terbanyak. Sementara kampus lain seperti Universitas Jember, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, hingga Universitas Andalas mempertegas jangkauan nasional capaian ini. Angka tersebut melonjak dari 49 siswa pada tahun sebelumnya, indikasi kenaikan lebih dari dua kali lipat.

Lonjakan lebih tajam justru terjadi pada jalur SPAN-PTKIN. Sebanyak 123 siswa diterima di perguruan tinggi keagamaan Islam negeri, naik 123 persen dibandingkan tahun 2025 yang mencatat 50 siswa. Konsentrasi terbesar berada di UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung dengan 62 siswa, disusul UIN Sunan Ampel Surabaya sebanyak 26 siswa.

Kampus-kampus lain seperti UIN KH. Ahmad Siddiq Jember, UIN Walisongo Semarang, hingga UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta melengkapi peta persebaran. Bahkan nama baru seperti UIN Syekh Wasil Kediri turut menjadi destinasi pilihan.

Jika ditarik sebagai satu garis besar, capaian 191 siswa ini menempatkan MAN 1 Gresik sebagai salah satu institusi pendidikan menengah dengan tingkat keberhasilan tertinggi di Kabupaten Gresik. Namun, lebih dari sekadar rekor angka, capaian ini mengindikasikan dua hal penting: konsistensi pembinaan akademik dan efektivitas strategi pendampingan siswa dalam menghadapi seleksi nasional berbasis prestasi.

Di tengah kompetisi yang semakin ketat, keberhasilan ini menegaskan satu hal, madrasah tidak lagi berada di pinggiran peta pendidikan unggulan. Ia justru tampil sebagai episentrum baru lahirnya talenta-talenta akademik yang siap bersaing di tingkat nasional.

Red.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *