Bangkalan, Media Pojok Nasional — Disudut Kecamatan Tanah Merah, semangat Ramadan mulai terasa lebih awal di lingkungan UPTD SDN Tanah Merah Dajah 1. Bukan hanya karena kalender yang kian mendekati bulan suci, tetapi juga karena wajah-wajah kecil yang tampak antusias mempersiapkan diri mengikuti rangkaian kegiatan “Semarak Ramadan Lomba Anak Islami”.
Kepala sekolah, Mutmainnah Iin, menyampaikan bahwa kegiatan pondok Ramadan tahun ini akan diawali dengan lomba-lomba islami yang melibatkan seluruh murid kelas 1 hingga kelas 6. “InsyaAllah mulai hari Senin dimulai dengan lomba. Untuk pondok Ramadan-nya setelah rangkaian lomba selesai,” ujarnya.
Kegiatan ini bukan sekadar perlombaan, tetapi ruang pembinaan karakter dan spiritual anak-anak sejak dini. Selama lima hari berturut-turut, siswa akan menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam berbagai cabang lomba bernuansa religi.
Hari pertama, Senin (2/3), akan digelar lomba adzan untuk siswa laki-laki kelas 1 hingga 6. Suara-suara kecil yang biasanya terdengar riuh di halaman sekolah, akan berubah menjadi lantunan panggilan salat yang menggema penuh percaya diri.
Selasa (3/3), giliran siswi perempuan mengikuti lomba iqomah. Meski sederhana, iqomah menjadi simbol kesiapan dan kedisiplinan dalam menjalankan ibadah.
Pada Rabu (4/3), lomba tahfidz akan digelar untuk seluruh siswa, baik laki-laki maupun perempuan, dengan materi hafalan surat Ad-Dhuha hingga An-Nas. Ayat-ayat pendek yang akrab di telinga itu menjadi fondasi awal kecintaan terhadap Al-Qur’an.
Kamis (5/3), lomba tartil akan menguji kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar. Tidak hanya fasih, tetapi juga memperhatikan makhraj dan tajwid, sesuai kemampuan anak-anak di jenjang sekolah dasar.
Puncaknya, Jumat (6/3), akan diadakan lomba Pildacil (Pemilihan Dai Cilik) dengan tema seputar Ramadan. Di sinilah keberanian dan kemampuan public speaking anak-anak diasah. Mereka akan belajar berdiri di depan teman-temannya, menyampaikan pesan kebaikan tentang puasa, sedekah, dan akhlak mulia.
Bagi pihak sekolah, kegiatan ini memiliki makna lebih dalam. Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi momentum membentuk karakter religius, melatih keberanian, dan menumbuhkan rasa percaya diri.
Di tengah tantangan era digital dan derasnya arus informasi, langkah sederhana seperti lomba adzan dan tahfidz menjadi investasi moral yang berharga. Dari ruang kelas sederhana di Tanah Merah Dajah, nilai-nilai keislaman ditanamkan dengan cara yang menyenangkan dan membahagiakan.
Semarak Ramadan di SDN Tanah Merah Dajah 1 bukan sekadar agenda tahunan. Ia adalah cerita tentang anak-anak yang belajar mencintai Tuhannya, tentang guru-guru yang sabar membimbing, dan tentang harapan bahwa generasi mendatang tumbuh dengan iman yang kuat dan akhlak yang mulia.
