PSHT Ranting Benjeng Wujudkan Falsafah Luhur: Bagikan 700 Takjil di Jalan Raya Munggugianti

Gresik,Media Pojok Nasional –
Di bulan suci Ramadhan 1447 H, warga PSHT Ranting Benjeng menegaskan bahwa kekuatan sejati perguruan tidak hanya terletak pada ilmu bela diri, tetapi juga pada ketulusan hati, persaudaraan, dan kepedulian sosial. Lebih dari 700 takjil dibagikan di Raya Munggugianti, menjadi saksi nyata pengamalan falsafah luhur Perguruan Setia Hati Terate: “Setia Hati, Setia Rasa, Setia Kawan”, nilai yang menekankan keikhlasan, solidaritas, dan empati terhadap sesama.



Dipimpin Ki Wulur, Ketua Ranting Benjeng, kegiatan ini berlangsung tertib, hangat, dan penuh makna. Tim yang dikomandoi  Mas Edi dan Mas Dino, mas Alan dan seluruh warga PSHT Ranting Benjeng, memastikan setiap warga, dari anak-anak hingga dewasa, menerima takjil dengan penuh perhatian. Setiap senyum dan salam persaudaraan menguatkan ikatan sosial dan menegaskan filosofi PSHT bahwa kebaikan lahir dari hati yang tulus dan tindakan nyata.



“Ini bukan sekadar berbagi makanan. Kegiatan ini adalah manifestasi prinsip PSHT: persaudaraan sejati, keikhlasan, dan kepedulian tanpa pamrih. Setiap langkah kami diiringi semangat menjaga kehormatan, memperkuat silaturahmi, dan menebar manfaat bagi masyarakat,” ujar Ki Wulur dengan keyakinan yang mendalam.

Raya Munggugianti dipenuhi suasana hangat; tawa anak-anak, sapaan remaja, dan hormat orang dewasa berpadu dengan disiplin anggota PSHT yang melayani penuh perhatian. Momentum ini menegaskan bahwa PSHT hadir bukan hanya sebagai perguruan bela diri, tetapi juga sebagai lembaga pembentuk karakter luhur, spiritualitas, dan tanggung jawab sosial.

“Dengan semangat ‘Setia Hati, Setia Rasa, Setia Kawan’, kami menebar manfaat, memperkuat persaudaraan, dan menumbuhkan kepedulian di semua lapisan masyarakat. PSHT adalah keluarga besar yang hadir untuk menolong, memberi, dan menebar kebaikan bagi sesama,” tambah Kang Mas Edi, Ketua Pelaksana Pembagian Takjil.

Lebih dari 700 takjil habis dibagikan, menandakan antusiasme tinggi dan keberhasilan kegiatan sosial tahunan ini. Tradisi positif ini memperkuat reputasi PSHT Ranting Benjeng sebagai perguruan yang menjunjung nilai sosial, spiritual, dan persaudaraan, menjadikan setiap warga merasa dihargai, diperhatikan, dan terinspirasi untuk menebar kebaikan.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa PSHT bukan sekadar tempat belajar bela diri, melainkan rumah karakter dan hati, tempat di mana persaudaraan, disiplin, dan kepedulian menyatu, mewujudkan cita-cita luhur pendiri perguruan: menjadikan setiap anggota bermanfaat bagi masyarakat dan menjadi teladan kebaikan sejati.

Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *