Surabaya,Media Pojok Nasional – Dalam semangat kebersamaan dan persaudaraan lintas iman, Paroki St. Stefanus Surabaya menyelenggarakan acara Buka Puasa Lintas Agama dan Budaya pada Rabu, 11 Maret 2026 pukul 16.00 WIB di Gereja St. Stefanus, Jl. Manukan Rukun No. 25, Lontar, Kecamatan Sambikerep, Surabaya.
Acara ini diselenggarakan pada 21 Ramadhan 1447 H sebagai bentuk komitmen bersama untuk memperkuat dialog antarumat beragama serta membangun harmoni sosial di tengah masyarakat yang majemuk.

Mengusung tema “Nilai Puasa Umat Beragama dalam Konstruksi Moderasi Beragama dan Masyarakat”, kegiatan ini akan menghadirkan diskusi lintas iman sekaligus buka puasa bersama yang melibatkan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan berbagai komunitas lintas budaya di Surabaya.
Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber utama yaitu Ustad H. Ach. Suyitno, S.Ag., M.Ag. dan RD Yustinus Sumantri H.P., dengan Paulina Soesri Handajani sebagai moderator.

Menguatkan Moderasi Beragama
Ustad H. Ach. Suyitno, S.Ag., M.Ag. menilai kegiatan seperti ini sangat penting untuk memperkuat nilai persaudaraan antarumat beragama.
“Puasa tidak hanya mengajarkan menahan lapar dan dahaga, tetapi juga mengajarkan kesabaran, empati, dan kepedulian terhadap sesama. Ketika nilai ini dibagikan dalam ruang lintas agama, maka yang tumbuh adalah rasa saling menghargai dan persaudaraan yang kuat,” ujarnya.
Sementara itu, RD Yustinus Sumantri H.P. menegaskan bahwa dialog lintas iman adalah bagian penting dari upaya membangun masyarakat yang damai.
“Moderasi beragama lahir dari perjumpaan, dialog, dan kesediaan untuk saling memahami. Melalui kegiatan seperti ini, kita belajar bahwa nilai-nilai spiritual dalam setiap agama memiliki tujuan yang sama, yaitu membangun kemanusiaan dan perdamaian,” katanya.
Membangun Ruang Pertemuan Antariman
Moderator kegiatan, Paulina Soesri Handajani, mengatakan forum seperti ini menjadi ruang penting bagi masyarakat untuk saling belajar dan memperkaya perspektif.
“Buka puasa lintas agama bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi ruang dialog yang mempertemukan nilai-nilai spiritual dan kemanusiaan dari berbagai tradisi. Dari situ lahir pemahaman dan penghargaan terhadap keberagaman,” ungkapnya.
Komitmen Paroki St. Stefanus
Ketua Panitia kegiatan dari Paroki St. Stefanus Surabaya menyampaikan bahwa acara ini merupakan bagian dari komitmen gereja untuk terus membangun relasi yang harmonis dengan seluruh elemen masyarakat.
“Kami percaya bahwa keberagaman adalah kekuatan bangsa. Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan ruang perjumpaan yang hangat, di mana umat dari berbagai agama dapat saling mengenal, berdialog, dan merayakan nilai kemanusiaan bersama,” ujarnya.
Acara ini juga didukung oleh berbagai komunitas dan organisasi yang memiliki kepedulian terhadap penguatan toleransi, moderasi beragama, dan persaudaraan lintas budaya.
Panitia berharap kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat luas untuk terus menjaga semangat kebersamaan, saling menghormati, dan membangun Indonesia yang damai dalam keberagaman.
Red.
