Parkir di Warung Saat Ramadan: Mobil Negara Kedungsekar Jadi Cermin Moral Aparatur

Gresik, Media Pojok Nasional –
Rabu (4/3/2026) Pukul 11.09 WIB, Sebuah mobil siaga desa Kedungsekar terlihat terparkir di warung makan pada siang Ramadan. Inti persoalan bukan siapa yang mengendarainya, tetapi kepatuhan moral dan tanggung jawab aparatur, yang berada sepenuhnya di bawah pengawasan kepala desa.

Mobil siaga adalah identitas desa dan simbol pelayanan publik. Kendaraan dari anggaran negara harus mencerminkan integritas, bukan ketidakpekaan moral. Penggunaan tanpa kepatutan menimbulkan pertanyaan tentang keteladanan, akuntabilitas, dan pengelolaan aset publik.

Secara hukum, kendaraan dinas desa adalah aset pemerintah. Penggunaan untuk kepentingan pribadi dapat berpotensi menyalahi peraturan terkait pengelolaan aset desa dan, dalam konteks tertentu, UU Tindak Pidana Korupsi jika ada unsur keuntungan pribadi.

Ramadan menuntut pengendalian diri dan etika publik. Aparatur yang mengabaikan moral merusak wibawa institusi dan kepercayaan masyarakat. Keteladanan lahir dari moral dan etika, bukan sekadar SK atau regulasi.

Kepala desa Sujono, ketika dikonfirmasi Kamis (5/3/2026), memilih bungkam, meninggalkan publik pada pertanyaan tentang integritas dan amanah pejabat desa. (hambaAllah).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *