Nini Arianti GAMPI Ajak Masyarakat Jadi ‘Mata dan Telinga’ Pengawalan Program MBG

JAKARTA, Media Pojok Nasional – Ketua Umum Generasi Muda Peduli Indonesia (GAMPI), Nini Arianti, menyambut positif langkah Badan Gizi Nasional (BGN) yang mewajibkan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mengunggah menu, kandungan gizi, hingga rincian biaya program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke media sosial.

Nini menilai, kebijakan ini adalah langkah progresif dalam mewujudkan akuntabilitas publik yang nyata di era digital. Menurutnya, keterbukaan informasi adalah kunci utama agar program strategis nasional ini tidak hanya sekadar berjalan, tapi benar-benar menyentuh kebutuhan dasar penerima manfaat secara berkualitas.

“Kami di GAMPI melihat ini sebagai bentuk keberanian birokrasi untuk diawasi secara langsung. Ketika menu dan harganya dipampang nyata di media sosial, maka ruang untuk bermain-main dengan kualitas makanan menjadi tertutup. Ini adalah standar baru dalam transparansi pelayanan publik,” ujar Nini Arianti dalam keterangannya, Rabu (11/03) di Jakarta.

Aktivis perempuan kelahiran Sumatera ini juga menyoroti pentingnya peran aktif masyarakat dalam mengawasi pelaksanaan program di lapangan. Namun, ia mengingatkan agar kontrol sosial dilakukan dengan cara yang konstruktif dan elegan.

“Masyarakat jangan hanya menjadi penonton, jadilah ‘mata dan telinga’ bagi keberhasilan program ini. Jika menemukan menu yang tidak layak atau gizi yang tidak sesuai, segera protes dan lapor ke SPPG terkait. Kita harus kritis, tapi kritik yang kita bangun tujuannya adalah perbaikan sistem, bukan sekadar mencari sensasi atau menjatuhkan tanpa solusi,” tegas Nini.

Perlindungan Kelompok Rentan
Bagi Nini, program MBG memiliki dimensi kemanusiaan yang besar karena menyasar kelompok paling rentan, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan anak-anak sekolah. “Kelompok ini adalah masa depan bangsa. Memastikan gizi mereka terpenuhi dengan layak bukan hanya soal memenuhi janji politik, tapi soal menjaga martabat dan kesehatan generasi mendatang. GAMPI akan terus mengawal agar niat baik transparansi dari Badan Gizi Nasional ini benar-benar terimplementasi hingga ke pelosok daerah, tanpa ada yang ditutup-tutupi,” tambahnya.

Nini menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa GAMPI siap menggerakkan jaringan anak muda di berbagai daerah untuk membantu memonitoring distribusi dan kualitas MBG secara objektif.

“Transparansi sudah dibuka, sekarang tugas kita memastikan integritas di tingkat lapangan tetap terjaga. Ini adalah tanggung jawab kolektif,” pungkasnya.

Anam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *