Surabaya, Media Pojok Nasional – Kecintaan terhadap klub kebanggaan kota Pahlawan, Persebaya Surabaya, diwujudkan secara luar biasa dalam acara sunatan dua bersaudara, Muhammad Abdan Syadid dan Muhammad Abrar Syathir. Seluruh rangkaian acara yang digelar di kediaman mereka, Jalan Tambak Langon (Branjangan), Gang VII No. 21 A, Kelurahan Tambak Sarioso, Kecamatan Asemrowo, Surabaya, benar-benar didominasi oleh warna hijau khas Bonek, mulai dari dekorasi tenda hingga busana para tamu undangan.

Acara yang berlangsung selama dua hari, mulai hari Sabtu hingga Minggu, 4–5 April 2026, ini bahkan diselaraskan dengan jadwal pertandingan Persebaya melawan Persita, menandakan betapa besarnya dukungan keluarga ini terhadap “Wani” (Persebaya).
Hari Sabtu, 4 April 2026
Acara dibuka dengan prosesi hitan atau sunat yang berlangsung khidmat namun penuh keceriaan, dilanjutkan dengan tradisi tabur uang yang selalu dinanti-nantikan anak-anak dan warga sekitar. Siang hingga malam harinya, orang tua kedua anak tersebut, Bapak Desi Kokoh Firmansyah (Nonok Sujak) dan Ibu Dian, menggelar resepsi sederhana namun meriah.

Mereka mengundang kerabat dekat, tetangga, serta masyarakat sekitar untuk bersilaturahmi. Suasana semakin hidup dengan hadirnya hiburan musik yang menemani para tamu bersenda gurau dan menikmati hidangan yang disediakan. Semua dekorasi, tenda, hingga baju yang dipakai saat menerima tamu tampil serba hijau, memancarkan semangat kebanggaan sebagai suporter Persebaya.
Hari Minggu, 5 April 2026
Keesokan paginya, acara dilanjutkan dengan Walimatul Hitan atau syukuran yang berlangsung dengan penuh rasa hormat dan khusyuk. Keluarga besar mengundang tokoh agama, para sesepuh, dan seluruh warga sekitar untuk berdoa bersama demi kesehatan dan keselamatan kedua anak yang disunat.
Dalam acara keagamaan ini, Ustadz Abdul R Gani bertindak sebagai pembawa acara yang membuka rangkaian dengan lancar. Suasana semakin haru dan tenang saat pembacaan ayat suci Al-Qur’an serta sholawat Nabi yang dilantunkan merdu oleh Ustadz Hubby dari Surabaya.
Puncak acara diisi dengan ceramah agama yang sangat berkesan dan penuh humor yang disampaikan oleh Kyai Kondang KH. Muhammad Barik, S.Ag. Dalam penyampaiannya, beliau menekankan tiga poin penting yang menjadi pesan moral bagi hadirin:
1. Pengabdian, kasih sayang, dan pengorbanan orang tua terhadap anak-anak mereka.
2. Tanggung jawab anak untuk membalas budi dan berbakti kepada orang tua.
3. Pentingnya pendidikan agama sejak dini agar anak menjadi sholeh dan sholehah, dengan cara rajin mengaji, memperbanyak sholawat, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh KH. Muhammad Barik, S.Ag, memohon keberkahan untuk kedua anak dan seluruh keluarga besar.
Tidak hanya acara sunatan, suasana berubah menjadi sangat meriah dan penuh tawa pada sore harinya tepat pukul 15.00 WIB. Rangkaian acara dilanjutkan dengan perayaan Ulang Tahun dengan tema yang sangat kental dan tegas: “Mati Urip Tetap Dukung Persebaya Surabaya Wani”.
Sesuai tema, seluruh undangan yang hadir, mulai dari teman bermain hingga teman sekolah, diminta untuk tampil dengan busana berwarna hijau. Lokasi acara seolah berubah menjadi lautan hijau yang sangat indah.
Keceriaan anak-anak memuncak dengan kedatangan karakter kesukaan, yaitu Badut Majel serta maskodor ikan hiu “Suro” dan ikan “Baya” yang menjadi simbol kebesaran Persebaya Surabaya. Mereka tidak hanya menghibur, tetapi juga membagikan hadiah-hadiah menarik kepada anak-anak yang hadir.
Acara berlangsung sangat ramai, hangat, dan penuh keakraban, menjadi kenangan manis yang tak terlupakan bagi Muhammad Abdan Syadid, Muhammad Abrar Syathir, serta seluruh keluarga besar Bapak Desi Kokoh Firmansyah dan Ibu Dian. (Msh)
