LKS Jatim: Uji Nyata Kualitas Vokasi, SMKN 2 Lamongan Kirim Empat Delegasi

Lamongan, Media Pojok Nasional –
Ajang Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Jawa Timur kembali menjadi arena uji mutu pendidikan vokasi. SMK Negeri 2 Lamongan melepas empat siswa terbaiknya untuk bertanding di Surabaya, membawa misi yang lebih besar dari sekadar mengejar medali: mengukur ketepatan proses belajar dengan standar industri.

Kepala sekolah, Roni Zuzun Nasution, menyebut LKS sebagai instrumen evaluasi yang paling jujur. “Di sini tidak ada ruang kosmetik. Yang diuji adalah keterampilan riil, disiplin kerja, dan ketahanan di bawah tekanan,” ujarnya. Pernyataan itu menggarisbawahi bahwa capaian di LKS mencerminkan kualitas pembelajaran, bukan sekadar kemampuan individu.

Empat bidang yang diikuti, Electrical Installation, Electronics, Chemistry, serta IT Network System Administration, merepresentasikan kompetensi strategis yang kini dituntut pasar kerja. Dalam kerangka kebijakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia melalui Kurikulum Merdeka, pendekatan berbasis proyek dan standar industri menjadi keniscayaan, bukan pilihan.

Namun, LKS juga menyimpan konsekuensi evaluatif. Hasil yang dicapai akan menjadi cermin: apakah fasilitas, pembimbingan, dan sistem asesmen di sekolah telah berjalan presisi atau masih menyisakan celah. Karena itu, keberangkatan delegasi ini bukan seremoni, melainkan pertaruhan atas kredibilitas pendidikan vokasi itu sendiri.

Di tengah persaingan yang kian ketat, harapan tentu disematkan. Tapi lebih dari itu, LKS menuntut kejujuran: bahwa kualitas tidak bisa dibangun dari retorika, melainkan dari kerja teknis yang terukur dan konsisten. (hambaAllah).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *