Gresik, Media Pojok Nasional — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 42 Universitas Trunojoyo Madura (UTM) menunjukkan komitmennya dalam pengabdian kepada masyarakat melalui serangkaian program pemberdayaan lingkungan dan penguatan karakter generasi muda di Desa Banyuwangi, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik.
Dipimpin oleh Wildan Firdaus, mahasiswa Fakultas Teknik sekaligus Ketua Kelompok 42, kegiatan KKN ini dirancang untuk menjawab persoalan nyata yang dihadapi masyarakat desa, mulai dari pengelolaan sampah hingga isu sosial di kalangan anak-anak dan remaja.
Salah satu program unggulan yang dijalankan adalah penerapan konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle) sebagai upaya menekan volume sampah rumah tangga. Mahasiswa KKN mengedukasi warga agar lebih bijak dalam memilah sampah serta memanfaatkan kembali barang-barang yang masih layak pakai. Tidak sekadar sosialisasi, kegiatan ini juga dilengkapi dengan praktik langsung agar mudah dipahami dan dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari.
Selain fokus pada lingkungan, KKN Kelompok 42 juga menginisiasi program pengolahan kain perca menjadi produk bernilai guna. Limbah kain sisa produksi yang sebelumnya tidak dimanfaatkan diolah menjadi kerajinan sederhana seperti bando. Program ini menyasar anak-anak dan remaja desa dengan tujuan menumbuhkan kreativitas, meningkatkan keterampilan, sekaligus membuka peluang ekonomi skala kecil.
Perhatian mahasiswa tidak berhenti pada isu lingkungan dan ekonomi kreatif. Aspek sosial, khususnya perlindungan anak, turut menjadi fokus melalui sosialisasi anti-bullying di Madrasah Ibtidaiyah Nurul Jadid, Desa Banyuwangi–Manyar. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa menyampaikan pentingnya sikap saling menghargai, empati, serta menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman. Materi disampaikan dengan metode interaktif dan bermain peran agar pesan mudah diterima oleh anak-anak.
Kehadiran KKN Kelompok 42 Universitas Trunojoyo Madura di Desa Banyuwangi–Manyar menjadi wujud nyata peran mahasiswa sebagai agen perubahan. Melalui program-program berbasis edukasi dan praktik langsung, mahasiswa berharap dapat memberikan dampak berkelanjutan, baik dalam menjaga kelestarian lingkungan maupun dalam membentuk generasi muda yang peduli, kreatif, dan berkarakter.
(Anam)
