Bangkalan, Media Pojok Nasional — Suasana hangat penuh rasa hormat menyelimuti Gedung Mahameru Mapolda Jawa Timur, Senin (12/01). Di balik prosesi resmi serah terima jabatan, tersimpan kisah pengabdian dan harapan baru bagi keamanan dan ketenteraman masyarakat Bangkalan.
Jabatan Kapolres Bangkalan kini resmi diemban AKBP Wibowo, S.I.K., M.H., menggantikan AKBP Hendro Sukmono, S.I.K., M.H., yang mendapat amanah baru sebagai Wakapolres Metro Jakarta Selatan. Pergantian ini menjadi bagian dari rotasi pejabat di lingkungan Polda Jawa Timur yang dipimpin langsung Kapolda Jatim Irjen Pol Drs. Nanang Avianto, M.Si.
Dalam amanatnya, Kapolda Jatim menyampaikan apresiasi atas dedikasi pejabat lama yang telah menorehkan pengabdian terbaik di wilayah tugas masing-masing.
Sertijab bukan sekadar pergantian jabatan, melainkan momentum regenerasi dan penyegaran organisasi demi pelayanan yang lebih optimal kepada masyarakat.
Bagi AKBP Wibowo, amanah sebagai Kapolres Bangkalan bukanlah tugas biasa. Lulusan Akpol 2005 ini mengawali karier di Polda Jawa Timur sebelum menapaki perjalanan panjang selama 11 tahun di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Pengalaman lapangan, termasuk sebagai Kasat Lantas, membentuk karakter kepemimpinannya yang tegas namun mengedepankan pelayanan publik.
“Program dan kebijakan yang telah dirintis Kapolres sebelumnya akan kami lanjutkan dan perkuat,” ujar AKBP Wibowo usai prosesi sertijab, Selasa (13/01).
Lahir di Nganjuk, Wibowo bukan sosok asing bagi kultur Jawa Timur dan Madura. Ia juga pernah mengemban tugas sebagai KBO Ditlantas Polda NTT, sebelum kembali ke Jatim dan dipercaya menjabat Kabag Ops Polrestabes Surabaya. Baru dua bulan di posisi tersebut, ia kembali mendapat kepercayaan lebih besar untuk memimpin Polres Bangkalan.
Dengan latar belakang operasional yang kuat, AKBP Wibowo menegaskan komitmennya memimpin secara profesional dan humanis. Ia bertekad menyelaraskan kebijakan kepolisian dengan arah pemerintah pusat, tanpa mengabaikan kearifan lokal dan dinamika sosial masyarakat Bangkalan yang dikenal religius.
Sebagai Kota Dzikir dan Sholawat, Bangkalan memiliki tantangan sekaligus potensi besar. Suami dari Tifani Wibowo itu diharapkan mampu menjaga stabilitas keamanan, menumbuhkan rasa aman, serta memperkuat kepercayaan publik terhadap Polri.
Sementara itu, AKBP Hendro Sukmono menitipkan pesan sederhana namun bermakna kepada masyarakat Bangkalan. Ia mengajak seluruh elemen untuk menjaga kerukunan dan menyelesaikan persoalan dengan komunikasi yang baik.
“Dengan kenyamanan dan keamanan, Bangkalan akan semakin dipercaya, menarik investor, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.
Pergantian kepemimpinan ini menjadi penanda bahwa pengabdian terus berlanjut. Dari satu tangan ke tangan lainnya, harapan masyarakat Bangkalan kini bertumpu pada langkah-langkah humanis dan profesional Kapolres yang baru.
(Anam)
