Surabaya, Media Pojok Nasional –
Ketua LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Wilayah Jawa Timur, Sugeng SP, menyampaikan pandangan kritis sekaligus konstruktif terkait dinamika pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang belakangan menjadi perhatian publik.
Pernyataan tersebut disampaikan saat memberikan keterangan di Kantor Wilter GMBI Jawa Timur di Tuban, Rabu (11/03/2026). Ia menegaskan bahwa program strategis pemerintah tersebut merupakan kebijakan yang memiliki nilai penting dalam pembangunan kualitas sumber daya manusia, sehingga integritas pelaksanaannya harus dijaga secara serius.
Menurut Sugeng, MBG dirancang untuk memastikan peserta didik memperoleh asupan gizi yang layak, sekaligus menjadi instrumen preventif dalam menekan risiko stunting dan meningkatkan kualitas kesehatan generasi muda.
Namun dalam proses implementasinya di sejumlah daerah, GMBI mencatat adanya beberapa catatan lapangan yang perlu mendapat perhatian, terutama terkait kualitas menu makanan serta tata kelola di tingkat pelaksana.
“Program ini lahir dari niat baik negara untuk memperkuat kualitas generasi bangsa. Karena itu pelaksanaannya harus dijaga secara disiplin. Jika terdapat oknum yang menyimpang dari prinsip pengelolaan yang semestinya, maka penindakan sesuai ketentuan perlu dilakukan agar tidak merusak tujuan program,” ujar Sugeng.
Ia menegaskan bahwa langkah monitoring yang dilakukan GMBI merupakan bagian dari fungsi kontrol sosial masyarakat sipil dalam mendukung keberhasilan kebijakan publik, sekaligus memastikan program berjalan secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran.
Sugeng juga menginstruksikan seluruh jajaran organisasi di tingkat kabupaten dan kota di Jawa Timur untuk melakukan pemantauan secara objektif serta berkoordinasi dengan instansi terkait apabila menemukan persoalan di lapangan.
“Program Makan Bergizi Gratis adalah kebijakan strategis yang harus dijaga bersama. Pengawasan publik diperlukan agar manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat dan tetap berada pada koridor tata kelola yang baik,” pungkasnya. (hambaAllah).
