Jejak Doa di Sepuluh Malam Terakhir: Pesan Spiritual Pak Tri dari SMAN 1 Kedamean Menyentuh Ruang Hati

Gresik, Media Pojok Nasional –
Di tengah suasana sakral sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan, pesan reflektif datang dari ruang sederhana namun bermakna. Pak Tri, tenaga kependidikan di SMAN 1 Kedamean, membagikan unggahan spiritual yang mengajak banyak orang merenungi kembali makna doa dan harapan di penghujung bulan suci.

Dalam pesannya, ia menuliskan bahwa pada sepuluh malam terakhir Ramadhan, “pertempuran jalur langit” seakan mencapai puncaknya. Ungkapan ini menggambarkan derasnya doa-doa manusia yang dipanjatkan kepada Allah, terutama dalam upaya meraih keberkahan malam Lailatul Qadar—malam yang dalam ajaran Islam memiliki nilai ibadah lebih baik dari seribu bulan.

Pak Tri juga mengajak pembaca untuk memperbanyak doa yang diajarkan Nabi Muhammad kepada umatnya, yakni:
“Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni”
(Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan mencintai pemaafan, maka maafkanlah aku).

Pesan tersebut semakin dalam ketika ia menyertakan refleksi dari ulama besar Islam, Ibn Qayyim al-Jawziyya, yang menegaskan bahwa inti perjalanan spiritual bukan sekadar manusia mengaku mencintai Allah, melainkan apakah dirinya termasuk hamba yang dicintai oleh-Nya.

Unggahan sederhana itu menjadi pengingat bahwa nilai-nilai religius dapat lahir dari siapa saja dan dari ruang mana saja, termasuk dari lingkungan pendidikan. Di tengah aktivitas keseharian sekolah, pesan spiritual seperti ini menghadirkan suasana teduh yang mengajak banyak orang kembali menata hati, memperbanyak doa, serta berharap agar amal dan permohonan yang dipanjatkan di malam-malam Ramadhan benar-benar diijabah oleh Allah SWT. (hambaAllah).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *