Lamongan, Media Pojok Nasional –
SMAN 1 Ngimbang, Kabupaten Lamongan, mengembangkan pendekatan pendidikan berkarakter berbasis pembelajaran kontekstual melalui implementasi Program SIKAP yang terintegrasi dalam sistem pembelajaran dan tata kelola sekolah. Model ini memperoleh apresiasi dari Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Dr. Aries Agung Paewai, dalam kunjungan akademik dan evaluasi implementatif di lapangan. Senin (9/2/2026).
Program SIKAP di SMAN 1 Ngimbang dirancang sebagai instrumen pedagogis untuk menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian lingkungan melalui pengalaman belajar langsung. Pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai laboratorium belajar, termasuk pengelolaan lahan produktif, menjadi bentuk pembelajaran autentik yang mendorong internalisasi nilai karakter secara sistematis.
“Pendidikan berkarakter harus dibangun melalui proses pedagogis yang memungkinkan siswa mengalami, merefleksikan, dan mempraktikkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan nyata,” ujar Dr. Aries Agung Paewai.
Dalam kunjungan tersebut, Kadisdik Jatim juga melakukan dialog akademik dengan siswa untuk mengevaluasi efektivitas pembelajaran berbasis karakter dari perspektif peserta didik. Pendekatan ini sejalan dengan paradigma pendidikan modern yang menempatkan siswa sebagai subjek aktif dalam proses belajar.
Dr. Budi Sulistyo, S.Pd., M.Si., Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kabupaten Lamongan, menegaskan bahwa Program SIKAP merupakan bagian dari kebijakan strategis pendidikan Jawa Timur yang berorientasi pada penguatan karakter dan kompetensi abad ke-21, serta dilaksanakan melalui pengawasan dan pendampingan berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala SMAN 1 Ngimbang Saiful Arif menyampaikan bahwa integrasi nilai karakter dalam kurikulum, budaya sekolah, dan lingkungan belajar menjadi fondasi utama peningkatan mutu pendidikan di sekolah yang dipimpinnya.
Melalui implementasi Program SIKAP, SMAN 1 Ngimbang menunjukkan praktik pendidikan yang berbasis kajian pedagogik, kontekstual, dan berkelanjutan, sekaligus mempertegas peran sekolah sebagai institusi pembentuk karakter dan kompetensi generasi masa depan. (hambaAllah).
