Hangatnya Solidaritas di Ujung Ramadan Kasihumas dan Insan Pers Jenguk Agus di Socah

Bangkalan, Media Pojok Nasional — Suasana haru bercampur hangat menyelimuti sebuah rumah sederhana di wilayah Kecamatan Socah. Di tempat itulah Agus, jurnalis Pokja yang selama ini aktif meliput kegiatan kepolisian, tengah menjalani masa pemulihan rawat jalan usai mendapat perawatan dari RSUD Dr. M. Soewandhie.

Kedatangan rombongan Humas Polres Bangkalan yang dipimpin Kasihumas Ipda Agung disambut senyum haru dari keluarga Agus. Tidak hanya datang sebagai institusi, mereka hadir membawa kepedulian, doa, dan semangat baru bagi sahabat yang tengah diuji kesehatan.

Ditengah perbincangan ringan dan suasana penuh kekeluargaan, Ipda Agung menyampaikan rasa prihatin sekaligus harapan besar agar Agus segera pulih.

“Kami dari keluarga besar Polres Bangkalan turut merasakan apa yang dialami rekan Agus. Semoga lekas diberikan kesembuhan dan bisa kembali beraktivitas seperti biasa,” ucapnya lembut.

Ia juga menegaskan bahwa peran jurnalis selama ini sangat membantu kepolisian dalam menyampaikan informasi yang menyejukkan dan edukatif kepada masyarakat.

“Agus bukan sekadar mitra kerja, tapi sudah seperti keluarga. Dedikasinya selama ini sangat berarti bagi kami,” tambahnya.

Momen tersebut semakin terasa menyentuh ketika Ketua Perkumpulan Jurnalis Bangkalan, Syaiful Anam yang akrab disapa Anam turut hadir mendampingi. Dengan nada penuh empati, ia memberi motivasi langsung kepada Agus agar tetap kuat menjalani proses pemulihan.

“Kami semua di lapangan menunggu kamu kembali. Banyak cerita masyarakat yang belum tersampaikan. Jangan patah semangat, karena kamu tidak sendiri,” tutur Anam sambil menggenggam tangan Agus.

Sebagai sesama jurnalis, Anam menekankan bahwa solidaritas adalah energi penting untuk bangkit dari keterpurukan.

“Kesembuhan bukan hanya soal obat, tapi juga semangat dan doa. Kami yakin Agus bisa melewati masa ini dan kembali menulis, meliput, serta mengabdi melalui karya jurnalistik,” katanya.

Beberapa rekan jurnalis lain yang turut menjenguk juga memberikan dukungan moril dengan penuh keakraban.

“Lapangan liputan terasa berbeda tanpa kehadiranmu. Kami rindu kebersamaan saat mengejar berita. Cepat pulih, karena tugas-tugas jurnalistik sudah menanti,” ujar salah satu rekannya.

Kunjungan sederhana itu menjadi bukti bahwa di balik kerasnya dinamika profesi, masih ada ruang hangat bernama kepedulian. Di penghujung Ramadan yang penuh berkah, solidaritas antara aparat kepolisian dan insan pers di Bangkalan seolah menguatkan satu pesan: kebersamaan mampu menjadi obat yang tak terlihat, namun sangat terasa.

red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *