Lamongan, Media Pojok Nasional –
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, melakukan penandatanganan prasasti Program Revitalisasi dan Rehabilitasi Sarana dan Prasarana Pendidikan dalam rangka penguatan layanan pendidikan menengah di wilayah Jawa Timur, khususnya di Kabupaten Lamongan dan Kabupaten Gresik, Rabu (4/3/2026).
Agenda tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam meningkatkan kualitas sarana pendidikan bagi jenjang SMA, SMK, dan SLB, baik negeri maupun swasta. Melalui program ini, pemerintah berupaya memastikan tersedianya infrastruktur pendidikan yang layak dan representatif sebagai fondasi utama proses pembelajaran.
Dalam keterangannya, Khofifah menyampaikan bahwa Pemprov Jatim terus melakukan berbagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan, tidak hanya pada aspek akademik dan sumber daya manusia, tetapi juga pada infrastruktur pendidikan.
Menurutnya, program revitalisasi dan rehabilitasi fasilitas sekolah dapat terlaksana berkat dukungan pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia yang memberikan dukungan terhadap penguatan sarana dan prasarana pendidikan di daerah.
“Pemprov Jawa Timur terus berikhtiar meningkatkan kualitas layanan pendidikan. Dukungan dari pemerintah pusat memungkinkan kami melakukan renovasi, rehabilitasi, serta revitalisasi berbagai fasilitas sekolah,” ujar Khofifah.
Program tersebut mencakup pembenahan berbagai fasilitas pendidikan, mulai dari ruang kelas, ruang laboratorium, ruang guru, ruang organisasi siswa (OSIS), hingga fasilitas sanitasi seperti toilet yang menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan nyaman.
Secara keseluruhan, untuk wilayah Lamongan dan Gresik tercatat sebanyak 51 unit sekolah yang menjadi bagian dari program revitalisasi dan rehabilitasi sarana dan prasarana pendidikan tersebut.
Dalam perspektif kebijakan pembangunan pendidikan, peningkatan infrastruktur sekolah merupakan elemen strategis untuk memperkuat kualitas pembelajaran. Lingkungan belajar yang memadai diyakini mampu meningkatkan konsentrasi siswa, efektivitas pengajaran guru, serta mendorong terciptanya ekosistem pendidikan yang lebih produktif.
Kegiatan penandatanganan prasasti ini turut dihadiri oleh unsur pemerintah daerah, kepala sekolah, tenaga pendidik, serta perwakilan siswa. Tampak hadir Kacabdin Wilayah Lamongan, Dr. Budi Sulistyo, serta Bupati Lamongan, Yuhronur Effendi, yang bersama-sama mengikuti rangkaian agenda tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan sektor pendidikan di daerah.
Momentum tersebut menjadi simbol komitmen bersama untuk terus memperkuat kualitas pendidikan di Jawa Timur.
“Semoga membawa manfaat dan keberkahan bagi dunia pendidikan,” ujar Khofifah menutup kegiatan tersebut. (hambaAllah).
