Gresik, Media Pojok Nasional –
Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Pulau Bawean menjadi perhatian publik setelah warga Dusun Buluh Luar Selatan, Desa Buluh Lanjang, menemukan makanan berupa mie yang diduga terkontaminasi ulat.
Peristiwa ini memicu pertanyaan mengenai standar kelayakan dan pengawasan dalam proses produksi hingga distribusi. Sejumlah warga menilai perlu ada penjelasan terbuka agar kejadian serupa tidak terulang.
LSM GMBI KSM Sangkapura turut merespons. Ketua KSM, Junaidi, menyatakan kejadian ini harus ditelusuri secara menyeluruh untuk memastikan ada atau tidaknya kelalaian dalam pelaksanaan program.
Pihak penyedia, SPPG Bagas Bersaudara, hingga kini belum menyampaikan keterangan resmi yang utuh. Saat dikonfirmasi, Haji Mahfud tidak memberikan penjelasan langsung, melainkan mengarahkan media untuk menghubungi kontak lain bernama Yati.
Setelah upaya konfirmasi dilakukan, redaksi menerima panggilan dari pihak lain yang turut memberikan klarifikasi awal. Namun, identitas serta kapasitas penelpon tersebut dalam struktur penyedia belum dijelaskan secara rinci. Selanjutnya, Haji Mahfud kembali mengirimkan nomor yang disebut sebagai milik ketua yayasan.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan komprehensif dan terverifikasi mengenai kronologi maupun penyebab pasti kejadian. Kondisi ini mendorong desakan agar instansi terkait melakukan penelusuran menyeluruh, sekaligus memastikan akuntabilitas dalam pelaksanaan program.
Redaksi masih berupaya memperoleh konfirmasi lanjutan dari pihak-pihak terkait sebagai bagian dari prinsip keberimbangan informasi. (hambaAllah).
