BANGKALAN, Media Pojok Nasional – Ketua Perkumpulan Jurnalis Bangkalan (Pejalan), Syaiful Anam, menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mencegah penyalahgunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) pada pembukaan seminar pendidikan di Kecamatan Arosbaya.
Dalam sambutannya, Anam menyebut forum tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan ruang bersama untuk memperkuat tanggung jawab terhadap masa depan generasi muda.
“Pendidikan bukan hanya soal ruang kelas, tetapi bagaimana kita menyiapkan generasi penerus yang akan menjadi pemimpin dan penjaga negeri,” ujarnya di hadapan peserta seminar.

Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari unsur Kejaksaan Negeri dan Inspektorat, serta dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan H. Musleh, S.H., M.H, Camat Arosbaya Dedeng Suprapto, Ketua PKDI Kecamatan Arosbaya Mulyanto, Ikatan Mahasiswa Arosbaya (IMA), serta seluruh kepala sekolah SD Negeri se-Arosbaya.
Anam menyoroti bahwa pengelolaan dana BOS masih menjadi tantangan yang harus dijawab bersama melalui transparansi dan akuntabilitas.
Menurutnya, setiap elemen memiliki peran strategis dalam menjaga tata kelola pendidikan. Aparat penegak hukum berperan memastikan penggunaan anggaran sesuai aturan, sementara Inspektorat menjalankan fungsi pengawasan internal. Di sisi lain, Dinas Pendidikan menjadi pengarah kebijakan, camat menjaga koordinasi wilayah, dan kepala desa melalui PKDI membangun lingkungan sosial yang mendukung pendidikan.
“Jika semua berjalan sendiri-sendiri, hasilnya biasa. Tapi jika bersinergi, akan lahir kekuatan besar untuk perubahan,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa pencegahan penyalahgunaan dana BOS tidak cukup hanya mengandalkan regulasi, tetapi membutuhkan integritas dan komitmen bersama seluruh pihak.
Menurut Anam, kepala sekolah sebagai pelaksana utama tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan dan pengawasan yang sehat. Sementara pemerintah desa diminta tetap menjaga transparansi tanpa melakukan intervensi kewenangan sekolah.
“Setiap rupiah dana BOS yang digunakan dengan benar akan kembali kepada anak-anak dalam bentuk pendidikan yang berkualitas,” katanya.
Lebih lanjut, Anam mengajak seluruh pihak untuk melihat pendidikan sebagai investasi jangka panjang dalam melahirkan generasi unggul dari Arosbaya.
Ia optimistis, dengan kolaborasi yang kuat, sekolah-sekolah di wilayah tersebut mampu mencetak siswa berprestasi yang kelak menjadi pemimpin di berbagai sektor.
“Mereka adalah estafet masa depan. Dan kita semua hari ini adalah penjaganya,” pungkasnya.
