Gresik, Media Pojok Nasional – .
Dalam fenomena administratif yang bikin geleng-geleng kepala, Sekretaris Desa Cerme Kidul, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, Rizki Wahyu Puji Nur Wahyudi, tampaknya menemukan keahlian baru: memblokir nomor wartawan, tanpa alasan yang jelas.
Tidak ada angin, tidak ada hujan, nomor wartawan diblokir begitu saja. Ini seperti sulap, tapi versi birokrasi desa.
Aksi blokir ini menyoroti etika pejabat desa yang digaji dari uang rakyat. Media, yang seharusnya menjadi cermin transparansi, mendadak seperti kehilangan kacamata.
Pejabat desa, menurut kode etik yang tak tertulis tapi terasa, seharusnya tetap komunikatif dengan media. Alih-alih melakukan “aksi blokir” misterius, mereka diharapkan menyalakan lampu terang transparansi agar publik tidak tersesat dalam kabut administrasi.
Hingga berita ini diturunkan, Sekretaris Desa belum memberikan klarifikasi. Satu hal pasti: di dunia birokrasi, kreativitas memang perlu, tapi etika tetap harus nomor satu, bahkan ketika sedang “menyulap” nomor telepon wartawan. (hambaAllah).
